Rencana Kredit Bank

Bank biasanya memberikan kredit usaha bagi usaha yang sudah berjalan dengan baik selama minimal 2 tahun. Karena masa setelah 2 tahun sebuah usaha dianggap sudah cukup stabil dan telah menghasilan keuntungan, dan tahap berikutnya pemilik ingin mengembangkan usahanya sehingga mengajukan pinjaman ke bank. Adapun untuk usaha yang baru akan didirikan atau dijalankan, maka belum ada bukti bahwa usaha tersebut akan sukses, sehingga bank jarang mau memberikan kredit usaha bagi usaha baru.

Untuk menilai kelayakan kredit usaha anda, maka bank membutuhkan sejumlah data keuangan seperti laporan keuangan yang terdiri dari:

1. laporan laba/Rugi, adalah berisi laporan total penjualan (omset) – dikurangi biaya pembelian bahan baku untuk produksi (biasa disebut harga pokok penjualan, misalnya pembelian biji kopi) = hasilnya adalah laba/rugi;

2. laporan arus kas/cashflow, adalah berisi penggunaan modal awal pendirian perusahaan – dikurangi biaya pembelian peralatan produksi (misalnya mesin giling kopi) – dikurangi biaya pembelian bahan baku – dikurangi biaya operasional (misalnya gaji pegawai, listrik, telpon,) = hasilnya surplus/defisit;

3. laporan Neraca, adalah berisi harta kekayaan perusahaan beserta kewajiban (hutang) , surplus pada laporan arus kas akan menambah harta kekayan perusahaan dan defisit akan mengurangi harta kekayaan perusahaan.

Dengan demikian dapat anda lihat bahwa pembuatan proyeksi cashflow saja tidak cukup untuk menilai suatu proposal pengajuan kredit usaha layak atau tidak, tetapi juga harus didukung dengan data penjualan yang realistis pada laporan laba/rugi dan perkembangan harta kekayaan perusahaan yang menggambarkan likuiditas atau kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya , misalnya hutang bank.

Kalau pembuatan format laporan keuangan seperti tersebut diatas belum bisa anda buat, maka cukup mempersiapkan data-data keuangan sebagai berikut, untuk selanjut serahkan penilaikn kredit usaha anda kepada bank:

1. Print out rekening di bank (tabungan atau giro) selama 3 s/d 6 bulan terakhir. Rekening dibank bisa atas nama anda sendiri, jika semua pemasukan dan pengeluaran perusahaan menggunakan rekening tersebut, tetapi juga bisa atas nama perusahaan.

2. Fotocopy buku laporan kas harian berisi tentang pengeluaran dan pemasukan (penjualan) harian selama 3 s/d 6 bulan terakhir.

3. Fotocopy buku kas besar atau buku kas bulanan berisi tentang pengeluaran dan pemasukan (penjualan) bulanan selama 3 s/d 6 bulan terakhir.

4. Fotocopy laporan Neraca perusahaan selama 3 s/d 6 bulan terakhir dan jika dibuat tahunan maka berikanlah selama 2 tahun terakhir.

5. Data para supplier anda dan para pelanggan utama anda (nama perusahaan, contact person, alamat, nomor telepon). Tidak perlu semua, masing-masing 2 atau 3 saja.

6. Bukti pembayaran transaksi keuangan perusahaan anda, baik bukti pembelian persediaan barang dari supplier maupun bukti penerimaan pembayaran dari para pelanggan anda.

Biasanya data keuangan berupa print out rekening bank saja sudah cukup bagi bank untuk menganalisa kondisi keuangan usaha anda, tetapi tidak menutup kemungkinan bank akan mengadakan penelitian dan pembuktian lebih lanjut, sehingga dibutuhkan lebih banyak data pendukung.

Selamat mengajukan pinjaman usaha ke bank.
Diambil dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s